Rabu, 06 Februari 2013

GEMPA BUMI

KLASIFIKASI GEMPA

Gempa dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor penyebabnya, kedalaman hiposentrum, jarak episentral, dan letak pusat gempa.

(1) Berdasarkan faktor penyebabnya
  • Gempa bumi runtuhan (Fall Earthquake). Gempa ini terjadi akibat runtuhnya batu-batu raksasa di sisi gunung, atau akibat runtuhnya gua-gua besar. Radius getaran tidak begitu besar atau tidak terasa.
  • Gempa bumi vulkanik (Volcanic Earthquake). Gempa ini terjadi akibat aktivitas gunung api. Dalam banyak peristiwa, gempa bumi ini mendahului erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi secara bersamaan. Getaran gempa vulkanik lebih terasa dibandingkan getaran gempa runtuhan, getarannya terasa di daerah yang lebih luas.
  • Gempa bumi tektonik (Tectonic Earthquake). Gempa ini terjadi akibat proses tektonik di dalam litosfer yang berupa pergeseran lapisan batuan tua terjadi dislokasi. Gempa ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.

(2) Berdasarkan bentuk episentrum
  • Gempa linear, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Gempa tektonik merupakan gempa linear. Salah satu akibat tektonisme adalah patahan.
  • Gempa sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berupa titik. Gunung api pada erupsi sentral adalah sebuah titik letusan, demikian juga runtuhan retak bumi.
                                                                                              
(3) Berdasarkan kedalaman hiposentrum
  • Gempa dangkal, memiliki kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa menengah, memiliki kedalaman hiposentrumnya antara 100 km-300 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa dalam, memiliki kedalaman hiposentrumnya antara 300-700 km di bawah permukaan bumi. Sampai saat ini tercatat gempa terdalam 700 km.

(4) Berdasarkan jarak episentrum
  • Gempa setempat, berjarak kurang dari 10.000 km.
  • Gempa jauh, berjarak 10.000 km.
  • Gempa jauh sekali, berjarak lebih dari 10.000 km.

(5) Berdasarkan letak pusat gempa
  • Gempa laut, terjadi jika letak episentrumnya terletak di dasar laut atau dapat pula dikatakan episentrumnya terletak di permukaan laut. Gempa ini terjadi karena getaran permukaan dirambatkan di permukaan laut bersamaan dengan yang dirambatkan pada permukaan bumi di dasar laut.
  • Gempa darat, terjadi jika episentrumnya berada di daratan


Istilah-istilah dalam Gempa bumi :
1
Seismologi
:
ilmu yang mempelajari gempa bumi
2
Seismograf
:
alat pencatat gempa
3
Seismogram
:
hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah
4
Hiposentrum
:
pusat gempa di dalam bumi
5
Episentrum
:
tempat di permukaan bumi/permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di permukaan bumi
6
Homoseista
:
garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama
7
Pleistoseista
:
garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa
8
Isoseista
:
garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama
9
Mikroseista
:
gempa yang terjadi sangat halus/lemah dan dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa
10
Makroseista
:
gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya, sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa
11
Getaran Gempa
getaran yang timbul saat terjadi gempa.
12
Moment Magnitudo 
skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.
13
Skala Ritcher 
skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo
14
Tsunami 
gelombang laut yang tinggi yang diakibatkan oleh terjadinya gempa yang terjadi di dasar laut.



A.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT KEDALAMAN HIPOSENTRUM


•1) GEMPA BUMI DALAM
•gempa bumi adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya. Tempat yang pernah mengalami adalah dibawah laut jawa,laut sulawesi,dan laut flores


2)GEMPA BUMI MENENGAH

•Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
•Tempat yang pernah terkena antara lain :
•Sepanjang pulau sumatera bagian barat,pulau jawa bagian selatan,sepanjang teluk tomini,laut maluku,dan kep. Nusa Tenggara.


3)GEMPA BUMI DANGKAL

•Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gwempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar. Tempat yang pernah terkena antara lain :
•Pulau bali,pulau flores,yogyakarta,dan jawa tengah.


B.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT GELOMBANG/GETARAN GEMPA


•1) GEMPA AKIBAT GELOMBANG PRIMER
Gelombang primer(gelombang lungitudinal)adalah gelombang/getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik.getaran ini berasal dari hiposentrum


2)GEMPA AKIBAT GELOMBANG SEKUNDER


•Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat,seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.


3)GEMPA AKIBAT GELOMBANG PANJANG


•Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.
•Gelombang ini berasal dari episentrum.dan gelombang inilah yang banyak menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.


C.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA


•1) GEMPA BUMI TEKTONIK
•Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang di sebabkan oleh dislokasi atau perpindahan akibat pergesaran lapisan bumiyang tiba-tiba terjadi pada struktur bumi,yakni adanya tarikan atau tekanan.
•Pergeseran lapisan bumi ada 2 macam:
•-VERTIKAL
•-HORIZONTAL


2) GEMPA BUMI VULKANIK

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api atau letusan gunung api.pada saat dapur magma bergejolaik,ada energi yang mendesak lapisan bumi. Energi yang mendesak lapusan bumi ada yang mampu mengang kat lapisdan bumi sampai ke permukaan di sertai getaran. Gunung api yang akan meletus biasanya mengakibatkan gempa bumi.


3) GEMPA BUMI RUNTUHAN
•Gempa bumi runtuhan(terban) adalah gempa bumi yang di sebabka runtuhnya atap gua atau terowongan tambang di bawah tanah.
•Jika batuan pada atap rongga atau pada dinding rongga mengalami pelapukan,maka rongga dapat runtuh karna tidak mampu lagi menahan beban di atas rongga.runtuhnya gua dan terowongan yang besar bisa mengakibatkan getaran yang kuat


•Alat untuk mengukur gempa bumi adalah seismograf.seismograf ada 2 jenis:
•-seismogaf vertikal
•-seismograf horizontal
• untukmengukur gempa bumi di butuhkan satu seusmograf vertikal dan dua seismograf horizontal.

Gempabumi yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

b. Gempabumi Tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.

c. Gempabumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

d. Gempabumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), gempabumi dapat dibedakan atas :
a. Gempabumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.
b. Gempabumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR.
c. Gempabumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.
d. Gempabumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.
e. Gempabumi kecil dengan magnitude antara 3 hingga 4 SR .
f. Gempabumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR .
g. Gempabumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR .


Berdasarkan kedalaman sumber (h), gempabumi digolongkan atas :

a. Gempabumi dalam h > 300 Km .
b. Gempabumi menengah 80 < style=""> < 300 Km .
c. Gempabumi dangkal h < 80 Km .

Berdasarkan tipenya Mogi membedakan gempabumi atas:
a. TypeI :
Pada tipe ini gempa bumi utama diikuti gempa susulan tanpa didahului oleh gempa pendahuluan (fore shock).

b. Type II :
Sebelum terjadi gempa bumi utama, diawali dengan adanya gempa pendahuluan dan selanjutnya diikuti oleh gempa susulan yang cukup banyak.

c. Type III:
Tidak terdapat gempa bumi utama. Magnitude dan jumlah gempabumi yang terjadi besar pada periode awal dan berkurang pada periode akhir dan biasanya dapat berlangsung cukup lama dan bisa mencapai 3 bulan. Tipe gempa ini disebut tipe swarm dan biasanya terjadi pada daerah vulkanik seperti gempa gunung Lawu pada tahun 1979.






Istilah-istilah dalam Gempa bumi :
1
Seismologi
:
ilmu yang mempelajari gempa bumi
2
Seismograf
:
alat pencatat gempa
3
Seismogram
:
hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah
4
Hiposentrum
:
pusat gempa di dalam bumi
5
Episentrum
:
tempat di permukaan bumi/permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di permukaan bumi
6
Homoseista
:
garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama
7
Pleistoseista
:
garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa
8
Isoseista
:
garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama
9
Mikroseista
:
gempa yang terjadi sangat halus/lemah dan dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa
10
Makroseista
:
gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya, sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa
11
Getaran Gempa
getaran yang timbul saat terjadi gempa.
12
Moment Magnitudo 
skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.
13
Skala Ritcher 
skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo
14
Tsunami 
gelombang laut yang tinggi yang diakibatkan oleh terjadinya gempa yang terjadi di dasar laut.


0 komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 06 Februari 2013

GEMPA BUMI

KLASIFIKASI GEMPA

Gempa dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor penyebabnya, kedalaman hiposentrum, jarak episentral, dan letak pusat gempa.

(1) Berdasarkan faktor penyebabnya
  • Gempa bumi runtuhan (Fall Earthquake). Gempa ini terjadi akibat runtuhnya batu-batu raksasa di sisi gunung, atau akibat runtuhnya gua-gua besar. Radius getaran tidak begitu besar atau tidak terasa.
  • Gempa bumi vulkanik (Volcanic Earthquake). Gempa ini terjadi akibat aktivitas gunung api. Dalam banyak peristiwa, gempa bumi ini mendahului erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi secara bersamaan. Getaran gempa vulkanik lebih terasa dibandingkan getaran gempa runtuhan, getarannya terasa di daerah yang lebih luas.
  • Gempa bumi tektonik (Tectonic Earthquake). Gempa ini terjadi akibat proses tektonik di dalam litosfer yang berupa pergeseran lapisan batuan tua terjadi dislokasi. Gempa ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.

(2) Berdasarkan bentuk episentrum
  • Gempa linear, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Gempa tektonik merupakan gempa linear. Salah satu akibat tektonisme adalah patahan.
  • Gempa sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berupa titik. Gunung api pada erupsi sentral adalah sebuah titik letusan, demikian juga runtuhan retak bumi.
                                                                                              
(3) Berdasarkan kedalaman hiposentrum
  • Gempa dangkal, memiliki kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa menengah, memiliki kedalaman hiposentrumnya antara 100 km-300 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa dalam, memiliki kedalaman hiposentrumnya antara 300-700 km di bawah permukaan bumi. Sampai saat ini tercatat gempa terdalam 700 km.

(4) Berdasarkan jarak episentrum
  • Gempa setempat, berjarak kurang dari 10.000 km.
  • Gempa jauh, berjarak 10.000 km.
  • Gempa jauh sekali, berjarak lebih dari 10.000 km.

(5) Berdasarkan letak pusat gempa
  • Gempa laut, terjadi jika letak episentrumnya terletak di dasar laut atau dapat pula dikatakan episentrumnya terletak di permukaan laut. Gempa ini terjadi karena getaran permukaan dirambatkan di permukaan laut bersamaan dengan yang dirambatkan pada permukaan bumi di dasar laut.
  • Gempa darat, terjadi jika episentrumnya berada di daratan


Istilah-istilah dalam Gempa bumi :
1
Seismologi
:
ilmu yang mempelajari gempa bumi
2
Seismograf
:
alat pencatat gempa
3
Seismogram
:
hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah
4
Hiposentrum
:
pusat gempa di dalam bumi
5
Episentrum
:
tempat di permukaan bumi/permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di permukaan bumi
6
Homoseista
:
garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama
7
Pleistoseista
:
garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa
8
Isoseista
:
garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama
9
Mikroseista
:
gempa yang terjadi sangat halus/lemah dan dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa
10
Makroseista
:
gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya, sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa
11
Getaran Gempa
getaran yang timbul saat terjadi gempa.
12
Moment Magnitudo 
skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.
13
Skala Ritcher 
skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo
14
Tsunami 
gelombang laut yang tinggi yang diakibatkan oleh terjadinya gempa yang terjadi di dasar laut.



A.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT KEDALAMAN HIPOSENTRUM


•1) GEMPA BUMI DALAM
•gempa bumi adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya. Tempat yang pernah mengalami adalah dibawah laut jawa,laut sulawesi,dan laut flores


2)GEMPA BUMI MENENGAH

•Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
•Tempat yang pernah terkena antara lain :
•Sepanjang pulau sumatera bagian barat,pulau jawa bagian selatan,sepanjang teluk tomini,laut maluku,dan kep. Nusa Tenggara.


3)GEMPA BUMI DANGKAL

•Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gwempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar. Tempat yang pernah terkena antara lain :
•Pulau bali,pulau flores,yogyakarta,dan jawa tengah.


B.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT GELOMBANG/GETARAN GEMPA


•1) GEMPA AKIBAT GELOMBANG PRIMER
Gelombang primer(gelombang lungitudinal)adalah gelombang/getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik.getaran ini berasal dari hiposentrum


2)GEMPA AKIBAT GELOMBANG SEKUNDER


•Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat,seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.


3)GEMPA AKIBAT GELOMBANG PANJANG


•Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.
•Gelombang ini berasal dari episentrum.dan gelombang inilah yang banyak menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.


C.KLASIFIKASI GEMPA BUMI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA


•1) GEMPA BUMI TEKTONIK
•Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang di sebabkan oleh dislokasi atau perpindahan akibat pergesaran lapisan bumiyang tiba-tiba terjadi pada struktur bumi,yakni adanya tarikan atau tekanan.
•Pergeseran lapisan bumi ada 2 macam:
•-VERTIKAL
•-HORIZONTAL


2) GEMPA BUMI VULKANIK

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api atau letusan gunung api.pada saat dapur magma bergejolaik,ada energi yang mendesak lapisan bumi. Energi yang mendesak lapusan bumi ada yang mampu mengang kat lapisdan bumi sampai ke permukaan di sertai getaran. Gunung api yang akan meletus biasanya mengakibatkan gempa bumi.


3) GEMPA BUMI RUNTUHAN
•Gempa bumi runtuhan(terban) adalah gempa bumi yang di sebabka runtuhnya atap gua atau terowongan tambang di bawah tanah.
•Jika batuan pada atap rongga atau pada dinding rongga mengalami pelapukan,maka rongga dapat runtuh karna tidak mampu lagi menahan beban di atas rongga.runtuhnya gua dan terowongan yang besar bisa mengakibatkan getaran yang kuat


•Alat untuk mengukur gempa bumi adalah seismograf.seismograf ada 2 jenis:
•-seismogaf vertikal
•-seismograf horizontal
• untukmengukur gempa bumi di butuhkan satu seusmograf vertikal dan dua seismograf horizontal.

Gempabumi yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

b. Gempabumi Tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.

c. Gempabumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

d. Gempabumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), gempabumi dapat dibedakan atas :
a. Gempabumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.
b. Gempabumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR.
c. Gempabumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.
d. Gempabumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.
e. Gempabumi kecil dengan magnitude antara 3 hingga 4 SR .
f. Gempabumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR .
g. Gempabumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR .


Berdasarkan kedalaman sumber (h), gempabumi digolongkan atas :

a. Gempabumi dalam h > 300 Km .
b. Gempabumi menengah 80 < style=""> < 300 Km .
c. Gempabumi dangkal h < 80 Km .

Berdasarkan tipenya Mogi membedakan gempabumi atas:
a. TypeI :
Pada tipe ini gempa bumi utama diikuti gempa susulan tanpa didahului oleh gempa pendahuluan (fore shock).

b. Type II :
Sebelum terjadi gempa bumi utama, diawali dengan adanya gempa pendahuluan dan selanjutnya diikuti oleh gempa susulan yang cukup banyak.

c. Type III:
Tidak terdapat gempa bumi utama. Magnitude dan jumlah gempabumi yang terjadi besar pada periode awal dan berkurang pada periode akhir dan biasanya dapat berlangsung cukup lama dan bisa mencapai 3 bulan. Tipe gempa ini disebut tipe swarm dan biasanya terjadi pada daerah vulkanik seperti gempa gunung Lawu pada tahun 1979.






Istilah-istilah dalam Gempa bumi :
1
Seismologi
:
ilmu yang mempelajari gempa bumi
2
Seismograf
:
alat pencatat gempa
3
Seismogram
:
hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah
4
Hiposentrum
:
pusat gempa di dalam bumi
5
Episentrum
:
tempat di permukaan bumi/permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di permukaan bumi
6
Homoseista
:
garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama
7
Pleistoseista
:
garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa
8
Isoseista
:
garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama
9
Mikroseista
:
gempa yang terjadi sangat halus/lemah dan dapat diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa
10
Makroseista
:
gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya, sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa
11
Getaran Gempa
getaran yang timbul saat terjadi gempa.
12
Moment Magnitudo 
skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.
13
Skala Ritcher 
skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo
14
Tsunami 
gelombang laut yang tinggi yang diakibatkan oleh terjadinya gempa yang terjadi di dasar laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Blog Template by Delicious Design Studio