Pages

Jumat, 24 Agustus 2012

CERPEN BUATANKU :3


DETIK-DETIK MENJELANG HARI ULANG TAHUNKU

            Tiga hari menjelang hari ulang tahunku. Dan selama 1 minggu itu aku mengikuti ulangan semester 1 sebagai siswa kelas 9 di SMP ku tercinta. Aku mempunyai 2 sahabat, mereka bernama Shalfa dan Sholihah atau biasanya dipanggil dengan nama Shull. Kami bersahabat sejak kami awal bertemu dan berkenalan. Kami selalu menjaga persahabatan ini satu sama lain. Pagi itu aku berangkat sekolah, ternyata di parkiran motor aku bertemu dengan Sholihah, lalu aku menyapanya, “hai Shull?” sapaku. Dan Shull hanya diam saja tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Lohh?? Dalam hati aku bertanya, nggak biasa-biasanya Shull cuek sama aku, aku kaget dan heran kenapa dia cuek banget sama aku. Aku berpikir sejenak “apa aku punya salah sama dia ya?” kurasa tidak, sebelumnya hubunganku sama dia baik-baik aja dan harmonis. Aku coba bertanya sepanjang jalan dari parkiran motor ke sekolah “eh Shull, kamu kenapa eh? Kok diem gitu, aku salah ya sama kamu?” tanyaku dengan heran. Shull ternyata juga tidak menjawab satupun pertanyaanku tadi. Dia hanya jalan lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun ke aku. Aku benar-benar bingung dengan sikapnya ke aku, aku merasa tidak enak dan aneh aja dan ini bukan Shull bangeeeeet. Setelah aku masuk ke kelasku yaitu kelas 9B, aku aneh lagi, aku bertemu dengan Shalfa dan ku sapa “hai hai?” sapaku. Dan dia juga hanya diam dan seperti tidak kenal denganku. Aku sangaat bingung, 2 sahabatku itu seperti tidak mau bicara denganku. Aku bertanya dalam hati “sebenarnya ada apa ini???” *tanda tanya besar* !
            Dan dua hari sebelum hari ulang tahunku itu, pagi-pagi aku berangkat ke sekolah dengan rasa optimis semoga kejadian dihari kemarin tidak terjadi lagi dengan dicuekinnya sahabat-sahabatku. Dan setelah aku selesai mengikuti ulangan dihari itu, lalu aku mengajak Shull dan Shalfa untuk ke kantin. “Shull, Shal ayo ke kantin?” dengan tersenyum aku mengajaknya. Ternyata mereka menjawab “ya sana, kamu sendiri aja”, jawab Shalfa dengan ketusnya. Lalu Shull menyambung “iyaa, kami gak laper kok, masih kenyang!” sambung Shull dengan sinisnya. Ooh betapa sedihnya aku, dan serasa makjleb dihati. “oo ya dah, aku duluan yaa” jawabku dengan malangnya. Dan mereka hanya diam dan diam. Kemudian aku pulang sendiri dan hampa rasanya.
            Hari terakhir menjelang hari ulang tahunku itu, aku kembali dikejutkan dengan hal terbingung yang pernah aku alami yaitu, semua teman-teman sekelasku juga cuek sama aku dan acuh tak acuh kepadaku. Rasanya sedih sekali dan bingung bertubi-tubi. Aku berpikir “besok adalah hari ulang tahunku, apakah juga akan seperti ini? Ooh hadiah ulang tahun yang sangat mengesalkan dan menyedihkan yang pernah aku dapatkan” pikirku sepanjang itu. Dua kata dalam benakku, YA SUDAHLAH ! Apa daya ku, tak tau apa-apa dibalik semua itu.
            Dan di pagi-pagi buta itu, udara dingin menyentuh kalbu, ibuku membangunkanku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Aku tersenyum senang dan bahagia ternyata ibuku masih ingat dengan ulangtahunku hehe.. diikuti dengan ayahku dan adikku juga mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Banyak terimakasih kuucapkan kepada ayah ibuku yang selama ini sudah membesarkanku dan mendidikku dengan penuh kasih sayang yang aku tak bisa membalasnya dengan apapun itu. Hari itu adalah hari yang menggembirakan bagiku. Aku bergegas mandi untuk pergi ke sekolah. Aku berangkat dengan rasa optimis dan juga senang “ semoga hari ini adalah hari kebahagian bagiku” pikirku dalam benakku itu. Setelah tiba disekolah aku langsung pergi ke kelasku dan itu adalah hari terakhir aku mengikuti ulangan semester 1. Dan ternyata didepan kelasku pun banyak temanku yang duduk dan bercanda tawa. Aku menyapa mereka “Haai teman-teman?” sapaku dengan penuh senyuman. Mereka menjawab dengan lemes dan sedikit cueknya “Ooh hai” jawabnya. Lalu aku hanya tersenyum penuh pikiran. Aku masuk ke kelas dan ternyata tanda bel masuk dibunyikan. Lalu semuanya masuk. Dan setelah kami selesai mengerjakan ulangan terakhir itu, kami merasa lega. Dan aku mencoba mengajak bicara Shull dan Shalfa. “Eh, kalian kenapa eh kok beda banget sama aku?” tanyaku dengan pengen taunya. “Emm.. nggak kenapa-kenapa kok, biasa aja tuh, perasaanmu aja kali” jawab mereka dengan malesnya. “Masak sih ngga ada apa-apa? Kok aku ngrasa aneh ya?” tanyaku lagi. “Perasaanmu aja kali” jawab mereka. “Ooh yaudah, kalian mau pulang nggak? Klo iya bareng yuk? J” ajakku dengan baiknya. “Mmm.. yaudah kamu duluan aja, aku nanti aja” jawab mereka lagi. “Ohh yaudah deh, aku duluan yaa” sahutku. Lalu aku berjalan ke arah utara dan berpikir “mungkin Cuma perasaanku aja kali ya” yaudah deh. Aku berjalan, langkah demi langkah, tiba-tiba dari arah belakang temen-temen sekelasku menyiram ku dengan air sebanyak-banyaknya dan akhirnya basah semua seragam dan tasku. “Aaaaaa kalian itu” jeritku. “Hahaha gimana enakkan” jawabnya dengan rasa tidak bersalah. “Mbok jangan gitu to, jadi basah total kan ini L” jawabku dengan muka melas. Mereka semua mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku sambil menyiram air lagi. Dan mereka semua meminta maaf kepadaku tentang hal yang kemarin mengejutkan itu dengan pura-pura cuek kepadaku. “aaah ternyata semua ini hanya pura-pura to? Huuuhh bodohnya kau L” tanyaku. Mereka menjawab “hahaha ketipu yaa? Kasian deh luu hahaha” jawabnya. “Uuuhh menyebalkan kalian itu tapi aku sangat sayaaaang sekali sama kalian semua, makasih yaa J” sahutku. Aku merasa lega dan senang sekali karena teman-temanku masih peduli sama aku, ku pikir tidak, maaf teman-teman. Ini adalah hal yang paling konyol seduniaaaaa teman-teman. Hah tapi makasihh bangettttt atas kejutannya. Tapi nasib seragamku dan tasku itu masalahnya. Didepan kelas itu dan aku malu sekali dilihat banyak orang. Dan aku bergegas lari ke kamar mandi. Ternyata dikamar mandi ada Shull dan juga Shalfa yang juga menyiramiku dengan air kamar mandi. Aku kaget “aaaaa apa-apaan ini?”. “Hahaha, selamat ulang tahun yak my bestfriend, wish you all the best, tambah yang baik-baik aja deh” jawab mereka berdua. “Uuuh sosweet, dasar kalian itu yaa bisa aja, makasih banyak yaaak J” jawabku dengan penuh senyum. Dan mereka berdua memberikanku kado spesial untukku. “Makasih yaa J” ucapku. “iya,sama-sama” sahut mereka. Lalu aku masuk ke kamar mandi untuk merapikan seragamku. Aku keluar, tiba-tiba aku di taburi tepung. Malangnya nasib seragamku. Semua tubuhku dipenuhi tepung dan semuanya berwarna putih. Setelah itu aku berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba Shull dan Shalfa mendorongku hingga mau jatuh ke sungai kecil. Aku teriak dengan kencangnya. Shull dan Shalfa malah menertawakan aku. Lalu aku, Shull dan Shalfa menuju parkiran dan mau pulang. Setelah sampai diparkiran aku dan mereka berdua duduk/nongkrong sebentar. Tiba-tiba ada temenku namanya Fajar datang. Kemudian Shull dan Shalfa menyuruh Fajar untuk membeli tepung lagi. Aku berteriak tidak mau. “wey, jangaaaan” kataku. Mereka hanya tertawa, kemudian aku lari dan mereka berdua mengejarku sampai dapat. Mereka memegangi tanganku sekuat tenaga mereka. Akupun tak bisa lepas dari mereka berdua. Tak lama kemudian Fajar datang dan membawa tepungnya. Aku mencoba dan mencoba lepas dari pegangan Shull dan Shalfa tetapi hasinya nihil. Terpaksa aku di taburi tepung untuk yang kedua kalinya. Badanku tambah kotor dan seperti habis berenang di lumpur. Waktu itu aku malu sekali karena dilihat banyak orang. Tapi ya sudahlah gapapa, sekali-kali. Habis itu Shull, Shalfa, dan Fajar meminta untuk ditraktir istilah gaulnya PU.PU (PajakUltah). Tapi kau bilang besok aja. Lalu aku dan mereka pulang. Dan akupun pulang dengan rasa yang sangat malu, karena disepanjang jalan pulang bajuku berlumuran tepung dan juga air. Tetapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Dan ini adalah kenangan terindah selama aku berada di masa putih biru. Aku sangan senang sekali punya teman seistimewa kalian. Sekian sedikit banyak cerita tentang ulang tahun saya yang ke 15th. Terimakasih.

1 komentar:

  1. . jiaah ckckck ternyta cerpen nya kek gini , ^ 'true story' ternyata:D

    BalasHapus

Jumat, 24 Agustus 2012

CERPEN BUATANKU :3


DETIK-DETIK MENJELANG HARI ULANG TAHUNKU

            Tiga hari menjelang hari ulang tahunku. Dan selama 1 minggu itu aku mengikuti ulangan semester 1 sebagai siswa kelas 9 di SMP ku tercinta. Aku mempunyai 2 sahabat, mereka bernama Shalfa dan Sholihah atau biasanya dipanggil dengan nama Shull. Kami bersahabat sejak kami awal bertemu dan berkenalan. Kami selalu menjaga persahabatan ini satu sama lain. Pagi itu aku berangkat sekolah, ternyata di parkiran motor aku bertemu dengan Sholihah, lalu aku menyapanya, “hai Shull?” sapaku. Dan Shull hanya diam saja tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Lohh?? Dalam hati aku bertanya, nggak biasa-biasanya Shull cuek sama aku, aku kaget dan heran kenapa dia cuek banget sama aku. Aku berpikir sejenak “apa aku punya salah sama dia ya?” kurasa tidak, sebelumnya hubunganku sama dia baik-baik aja dan harmonis. Aku coba bertanya sepanjang jalan dari parkiran motor ke sekolah “eh Shull, kamu kenapa eh? Kok diem gitu, aku salah ya sama kamu?” tanyaku dengan heran. Shull ternyata juga tidak menjawab satupun pertanyaanku tadi. Dia hanya jalan lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun ke aku. Aku benar-benar bingung dengan sikapnya ke aku, aku merasa tidak enak dan aneh aja dan ini bukan Shull bangeeeeet. Setelah aku masuk ke kelasku yaitu kelas 9B, aku aneh lagi, aku bertemu dengan Shalfa dan ku sapa “hai hai?” sapaku. Dan dia juga hanya diam dan seperti tidak kenal denganku. Aku sangaat bingung, 2 sahabatku itu seperti tidak mau bicara denganku. Aku bertanya dalam hati “sebenarnya ada apa ini???” *tanda tanya besar* !
            Dan dua hari sebelum hari ulang tahunku itu, pagi-pagi aku berangkat ke sekolah dengan rasa optimis semoga kejadian dihari kemarin tidak terjadi lagi dengan dicuekinnya sahabat-sahabatku. Dan setelah aku selesai mengikuti ulangan dihari itu, lalu aku mengajak Shull dan Shalfa untuk ke kantin. “Shull, Shal ayo ke kantin?” dengan tersenyum aku mengajaknya. Ternyata mereka menjawab “ya sana, kamu sendiri aja”, jawab Shalfa dengan ketusnya. Lalu Shull menyambung “iyaa, kami gak laper kok, masih kenyang!” sambung Shull dengan sinisnya. Ooh betapa sedihnya aku, dan serasa makjleb dihati. “oo ya dah, aku duluan yaa” jawabku dengan malangnya. Dan mereka hanya diam dan diam. Kemudian aku pulang sendiri dan hampa rasanya.
            Hari terakhir menjelang hari ulang tahunku itu, aku kembali dikejutkan dengan hal terbingung yang pernah aku alami yaitu, semua teman-teman sekelasku juga cuek sama aku dan acuh tak acuh kepadaku. Rasanya sedih sekali dan bingung bertubi-tubi. Aku berpikir “besok adalah hari ulang tahunku, apakah juga akan seperti ini? Ooh hadiah ulang tahun yang sangat mengesalkan dan menyedihkan yang pernah aku dapatkan” pikirku sepanjang itu. Dua kata dalam benakku, YA SUDAHLAH ! Apa daya ku, tak tau apa-apa dibalik semua itu.
            Dan di pagi-pagi buta itu, udara dingin menyentuh kalbu, ibuku membangunkanku dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Aku tersenyum senang dan bahagia ternyata ibuku masih ingat dengan ulangtahunku hehe.. diikuti dengan ayahku dan adikku juga mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Banyak terimakasih kuucapkan kepada ayah ibuku yang selama ini sudah membesarkanku dan mendidikku dengan penuh kasih sayang yang aku tak bisa membalasnya dengan apapun itu. Hari itu adalah hari yang menggembirakan bagiku. Aku bergegas mandi untuk pergi ke sekolah. Aku berangkat dengan rasa optimis dan juga senang “ semoga hari ini adalah hari kebahagian bagiku” pikirku dalam benakku itu. Setelah tiba disekolah aku langsung pergi ke kelasku dan itu adalah hari terakhir aku mengikuti ulangan semester 1. Dan ternyata didepan kelasku pun banyak temanku yang duduk dan bercanda tawa. Aku menyapa mereka “Haai teman-teman?” sapaku dengan penuh senyuman. Mereka menjawab dengan lemes dan sedikit cueknya “Ooh hai” jawabnya. Lalu aku hanya tersenyum penuh pikiran. Aku masuk ke kelas dan ternyata tanda bel masuk dibunyikan. Lalu semuanya masuk. Dan setelah kami selesai mengerjakan ulangan terakhir itu, kami merasa lega. Dan aku mencoba mengajak bicara Shull dan Shalfa. “Eh, kalian kenapa eh kok beda banget sama aku?” tanyaku dengan pengen taunya. “Emm.. nggak kenapa-kenapa kok, biasa aja tuh, perasaanmu aja kali” jawab mereka dengan malesnya. “Masak sih ngga ada apa-apa? Kok aku ngrasa aneh ya?” tanyaku lagi. “Perasaanmu aja kali” jawab mereka. “Ooh yaudah, kalian mau pulang nggak? Klo iya bareng yuk? J” ajakku dengan baiknya. “Mmm.. yaudah kamu duluan aja, aku nanti aja” jawab mereka lagi. “Ohh yaudah deh, aku duluan yaa” sahutku. Lalu aku berjalan ke arah utara dan berpikir “mungkin Cuma perasaanku aja kali ya” yaudah deh. Aku berjalan, langkah demi langkah, tiba-tiba dari arah belakang temen-temen sekelasku menyiram ku dengan air sebanyak-banyaknya dan akhirnya basah semua seragam dan tasku. “Aaaaaa kalian itu” jeritku. “Hahaha gimana enakkan” jawabnya dengan rasa tidak bersalah. “Mbok jangan gitu to, jadi basah total kan ini L” jawabku dengan muka melas. Mereka semua mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku sambil menyiram air lagi. Dan mereka semua meminta maaf kepadaku tentang hal yang kemarin mengejutkan itu dengan pura-pura cuek kepadaku. “aaah ternyata semua ini hanya pura-pura to? Huuuhh bodohnya kau L” tanyaku. Mereka menjawab “hahaha ketipu yaa? Kasian deh luu hahaha” jawabnya. “Uuuhh menyebalkan kalian itu tapi aku sangat sayaaaang sekali sama kalian semua, makasih yaa J” sahutku. Aku merasa lega dan senang sekali karena teman-temanku masih peduli sama aku, ku pikir tidak, maaf teman-teman. Ini adalah hal yang paling konyol seduniaaaaa teman-teman. Hah tapi makasihh bangettttt atas kejutannya. Tapi nasib seragamku dan tasku itu masalahnya. Didepan kelas itu dan aku malu sekali dilihat banyak orang. Dan aku bergegas lari ke kamar mandi. Ternyata dikamar mandi ada Shull dan juga Shalfa yang juga menyiramiku dengan air kamar mandi. Aku kaget “aaaaa apa-apaan ini?”. “Hahaha, selamat ulang tahun yak my bestfriend, wish you all the best, tambah yang baik-baik aja deh” jawab mereka berdua. “Uuuh sosweet, dasar kalian itu yaa bisa aja, makasih banyak yaaak J” jawabku dengan penuh senyum. Dan mereka berdua memberikanku kado spesial untukku. “Makasih yaa J” ucapku. “iya,sama-sama” sahut mereka. Lalu aku masuk ke kamar mandi untuk merapikan seragamku. Aku keluar, tiba-tiba aku di taburi tepung. Malangnya nasib seragamku. Semua tubuhku dipenuhi tepung dan semuanya berwarna putih. Setelah itu aku berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba Shull dan Shalfa mendorongku hingga mau jatuh ke sungai kecil. Aku teriak dengan kencangnya. Shull dan Shalfa malah menertawakan aku. Lalu aku, Shull dan Shalfa menuju parkiran dan mau pulang. Setelah sampai diparkiran aku dan mereka berdua duduk/nongkrong sebentar. Tiba-tiba ada temenku namanya Fajar datang. Kemudian Shull dan Shalfa menyuruh Fajar untuk membeli tepung lagi. Aku berteriak tidak mau. “wey, jangaaaan” kataku. Mereka hanya tertawa, kemudian aku lari dan mereka berdua mengejarku sampai dapat. Mereka memegangi tanganku sekuat tenaga mereka. Akupun tak bisa lepas dari mereka berdua. Tak lama kemudian Fajar datang dan membawa tepungnya. Aku mencoba dan mencoba lepas dari pegangan Shull dan Shalfa tetapi hasinya nihil. Terpaksa aku di taburi tepung untuk yang kedua kalinya. Badanku tambah kotor dan seperti habis berenang di lumpur. Waktu itu aku malu sekali karena dilihat banyak orang. Tapi ya sudahlah gapapa, sekali-kali. Habis itu Shull, Shalfa, dan Fajar meminta untuk ditraktir istilah gaulnya PU.PU (PajakUltah). Tapi kau bilang besok aja. Lalu aku dan mereka pulang. Dan akupun pulang dengan rasa yang sangat malu, karena disepanjang jalan pulang bajuku berlumuran tepung dan juga air. Tetapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Dan ini adalah kenangan terindah selama aku berada di masa putih biru. Aku sangan senang sekali punya teman seistimewa kalian. Sekian sedikit banyak cerita tentang ulang tahun saya yang ke 15th. Terimakasih.

1 komentar:

  1. . jiaah ckckck ternyta cerpen nya kek gini , ^ 'true story' ternyata:D

    BalasHapus