Pages

Kamis, 17 Mei 2012

TEKNOLOGI KOMUNIKASI



 ALAT-ALAT KOMUNIKASI
a. Teknologi Komunikasi Tradisional dan Modern
 Manusia adalah makhluk individu dan sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan komunikasi antarsesama agar dapat berinteraksi dengan baik. Dengan demikian, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi dan berkomu-nikasi, mulai dari melalui gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan penggunaan telepon dan internet.
 Perkembangan teknologi komunikasi mengikuti sejarah yang tidak sederhana. Berdasarkan perkembangan tersebut, kita mengenal teknologi komunikasi tradisional dan modern. Teknologi komunikasi tradisional bercirikan langsung dan menggunakan simbol-simbol yang disepakati secara lokal. Teknologi komunikasi modern bercirikan tidak langsung dan memiliki jangkauan luas bahkan global. Dari bentuknya, teknologi komunikasi tradisional cenderung memiliki ukuran besar sedangkan teknologi komunikasi modern berukuran lebih sederhana.
 Perangkat komunikasi tradisional sampai sekarang tetap digunakan termasuk di negara maju sekali pun. Sebagai contoh, tempat ibadah masih menggunakan perangkat komunikasi tradisional seperti kentongan, bedug, lon-ceng dan lain-lain. Alasan penggunaan alat tersebut yaitu karena dapat dilakukan oleh siapa saja, harganya murah, dan pembuatannya mudah. Teknologi modern selalu bergantung kepada energi listrik (BBM, surya, angin dan lain lain). Hal ini akan menjadi masalah, apalagi di wilayah terpencil (di desa-desa lereng gunung berapi, pulau-pulau kecil). Mereka masih mempertahankan sistem budaya komunikasi tradisional dalam menghadapi bencana atau fungsi komunikasi lain. Orang-orang kota bukannya tidak mengetahui, tetapi tidak mau atau gengsi (tidak modern). Seiring dengan perkembangan kota tersebut, perangkat tradisional sering hanya disimpan di museum sebagai tontonan. Bahkan seperti yang terjadi di beberapa daerah, sejenis kentongan sekarang sudah dilombakan atau difestivalkan sebagai kreativitas seni pertunjukan dengan aneka modifikasi, akhirnya tidak jarang menghilangkan fungsi yang sebenarnya.
 Di beberapa kota, orang-orang masih banyak yang mencoba mempertahankan fungsi kentongan. Kelurahan atau pos-pos ronda, juga masih terdapat kentongan dan kode-kode memukulnya serta penjelasan fungsinya. Bergeser fungsi-fungsi alat tersebut sekarang juga sangat beragam, contohnya di istana negara sampai sekarang ada "gong" yang fungsinya hanya untuk seremonial saja yaitu ketika presiden membuka suatu pertemuan penting atau dalam acara-acara peresmian.
Teknologi komunikasi tradisional, dapat diidentifikasikan dari bentuk, bahan, lama pemakaian (umur), cara membuatnya, alat untuk membuatnya, dan berapa orang untuk membuatnya, serta cara menggunakannya: ada yang ditabuh, dipukul, dipukulkan ke yang lain, digoyang-goyang (angklung, lonceng), ditiup (seruling, peluit), kode dan fungsinya, jangkauan suaranya, efektivitas penempatannya, organisasinya dan banyak sekali yang bisa digali. Permasalahan di atas sangat perlu dicermati dan digali manfaat kearifannya untuk membantu sistem peringatan dini baik lokal maupun regional.
 Perangkat teknologi modern telah banyak digunakan masyarakat terutama di kota-kota besar seperti: telepon, radio, televisi, internet. Kalian harus mampu mengadaptasi per-kembangan teknologi tersebut.
b. Sistem Komunikasi
Kita dapat melakukan komunikasi secara langsung atau tidak langsung. Pembicaraan tatap muka adalah contoh komunikasi secara langsung. Pembicaraan dapat juga dilakukan secara tidak langsung biasanya karena alasan jarak yang jauh, maka kita memerlukan media atau alat seperti telepon dan dikatakan kita melakukan komunikasi tidak langsung. Komunikasi tidak langsung, melewati beberapa proses yang panjang, sehingga kita mengenal pengertian sistem komunikasi. Berdasarkan pemahaman tersebut, sistem komunikasi merupakan suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan atau diantara dua orang atau lebih untuk menyampaikan tujuan tertentu.
Komunikasi berasal dari bahasa latin: comunicare yang berarti membawa bersama atau menggunakan bersama. Menurut Simons (1976), komunikasi selalu dikaitkan dengan adanya satu pesan atau informasi yang dikirim oleh sumber tertentu melalui media tertentu kepada penerima, atau biasa disebut komunikasi dalam konteks dan situasi tertentu untuk mencapai tujuan. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang memindahkan pemicu untuk mengubah tingkah laku orang lain.

Dari kedua pemahaman tersebut di atas dapat didefinisikan 5 komponen dalam komunikasi yang saling mempengaruhi, yaitu:
a. komunikasi yaitu menyampaikan pesan,
b. pesan yaitu informasi yang dikirim kepenerima,
c. saluran yaitu media atau komunike,
d. komunikan yaitu pengirim dan penerima,
e. dampak yaitu tujuan, perubahan atau akibat.

Lima komponen di atas, dapat kita sederhanakan lagi menjadi : pengirim pesan, isi pesan, dan penerima. Proses komunikasi pada dasarnya akan berlangsung dimulai dari pengirim gagasan, diterjemahkan menjadi lambang yang mengandung arti, dan dikirim melalui suatu media kepada penerima, setelah itu penerima memberi umpan balik.

c. Cara Berkomunikasi
Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan cara berkomunikasi.
1) Mendengarkan
Ketika berkomunikasi lewat media suara, kita harus mendengarkan apa yang dikomunikasikan. Semua orang dapat mendengar tetapi belum tentu semua orang pandai mendengar. Hal terpenting dalam komunikasi adalah: apa yang didengar dan bukan apa yang dikatakan.
2) Pernyataan
Komunikasi hakikatnya adalah menyatakan atau membuat pernyataan tentang suatu gagasan secara jelas. Yang dinyatakan adalah apa yang dapat dilihat, diamati, dirasakan dan bukan merupakan suatu penilaian. Yang terpenting adalah pesan harus jelas, singkat dan mudah dipahami.
3) Keterbukaan
Agar komunikasi lancar, kita harus memberikan keterbukaan yang wajar dan normal. Sangat sulit melakukan komunikasi dengan orang yang menutup diri karena cenderung tidak dapat menerima masukan dari pihak lain yang bertentangan dengan dirinya. Setiap orang boleh mempunyai sistem nilai, keyakinan, sikap maupun pandangan tetapi bila melakukan komunikasi harus bisa menerima pandangan orang lain.
4) Kepekaan
Dalam berkomunikasi kita harus memiliki kepekaan dan tidak asal mengungkapkan apa yang ada di dalam hati, tanpa melihat kondisi orang lain. Kepekaan adalah kemahiran membaca bahasa tubuh yang tidak diucapkan dengan kata-kata sehingga situasi yang dihadapi dapat disesuaikan.
5) Umpan balik
Komunikasi baru terjadi apabila ada timbal balik yaitu respon terhadap pesan yang dikirim. Respon yang terjadi akan menunjang keberhasilan komunikasi, dapat menghapus salah tafsir, serta ketidakjelasan informasi. Akan tetapi dalam hal ini juga dimungkinkan terdapat ketertutupan seseorang, keang-kuhan atau lainnya.

d. Hambatan atau Kendala dalam Komunikasi
Kita Sering merasa ter-ganggu atau memperoleh kendala dalam berkomunikasi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh hal-hal di bawah ini.
1) Kepentingan
Setiap orang tentu memikirkan kepentingannya. Jika tidak tertarik, ia akan merasa malas atau bosan sehingga hanya akan terjadi komunikasi satu arah. Oleh karena itu, komunikasikanlah sesuatu untuk kepentingan semua komunikan. Jangan mengomunikasikan hal-hal yang tidak perlu agar komunikasi menjadi efektif dan tidak sia-sia dan janganlah mengomunikasikan sesuatu hanya untuk kepentingan salah satu komunikan.
2) Emosi
Dalam berkomunikasi kita harus mampu mengatur emosi. Jika emosi tidak dapat terkendali, komunikasi dapat meleset jauh tanpa disengaja. Janganlah mengomunikasikan hal-hal yang yang dapat menyulut emosi.
3) Permusuhan
Sikap permusuhan biasanya sulit ditekan. Semua pihak biasanya mengatur siasat untuk membela diri dan mencari kesempatan untuk menyerang kembali, bahkan ada yang membutakan diri terhadap kabaikan.
4) Kharisma
Kharisma adalah karunia yang dimiliki seseorang sehingga dia menyampaikan informasi dengan menarik, walaupun yang menerima tidak mengerti.
5) Pengalaman masa lampau
Hal ini dipengaruhi oleh suatu prasangka karena kejadian masa lampau- misalnya dulu dia pernah berbohong- dia mengatakan yang sebenarnya tetapi orang sulit untuk menerimanya.
6) Lingkungan
Lingkungan sangat kuat pengaruhnya, misalnya ruangan yang sangat panas dan pengap akan merintangi daya persepsi, mengurangi kesabaran orang, dan lain-lain.

e. Prinsip Kerja Komunikasi
Mekanisme komunikasi merupakan proses yang terjadi mulai dari pengiriman pesan sampai umpan balik. Demikian juga, ketika kita menggunakan alat bantu komunikasi atau peralatan.
Masukan
Berupa suara dari para pembicara yang masuk ke pesawat telepon. Input dari pengirim akan menjadi output bagi penerima, dan sebaliknya.

Proses
Input suara yang masuk ke pesawat telepon berupa getaran suara diubah menjadi gelombang radio atau gelombang elektro-magnet kemudian diubah kembali menjadi suara sesuai dengan suara yang dikeluarkan dari si pembicara.
Keluaran
Berupa suara yang dikeluarkan oleh pesawat telepon.

Berikut ini adalah beberapa peralatan komunikasi yang sudah dikenal bahkan kalian miliki.
1) Personal Stereo
Alat ini hampir sama dengan tape recorder, bedanya ukuran personal stereo lebih kecil tetapi cara kerjanya sama. Partikel logam yang ada pada pita sebelumnya tidak mengandung magnet atau sifat magnetnya tersebar secara acak. Prinsip kerja personal stereo yaitu pita yang sudah merekam suara, partikel logam yang ada sudah termagnetisasi dan dapat diterjemahkan menjadi getaran listrik. Partikel yang termagnetisasi ini dideteksi oleh kumparan kawat tipis di replay head, dan (dengan tenaga baterai) akan menghasilkan perubahan arus listrik. Earphone kemudian mengubah arus ini menjadi gelombang bunyi melalui diafragma mekanis sehingga kita dapat mendengar misalnya musik kesukaan kita kapan saja. Bagian-bagian dari personal stereo yang membuat kaset dapat bekerja adalah:
penggulung pita, motor, penggerak pita, dan replay head. Silahkan Anda amati dan pelajari mekanisme yang terjadi pada saat alat ini beroperasi.
2) Televisi
Televisi (TV) adalah alat yang biasa kita kenal sehari-hari. Pada TV gambar yang dihasilkan pada layar sebenarnya adalah serangkaian gambar diam yang ditampilkan berurutan dalam kecepatan tinggi.
Untuk menghasilkan satu gambar, elektron ditembakkan di belakang layar televisi yang berbentuk tabung elektron. Bagian-bagian yang ada pada televisi antara lain: penembak layar, antena, pengatur waktu, pengatur warna, pengatur gambar, pengatur suara dan pemilih saluran atau biasa disebut control. Bagaimana meng-operasikan TV? Silakan kalian diskusikan dan amati semua tombol yang ada, pahami fungsi setiap tombol, kemudian coba sampai TV aman, dan nyaman untuk ditonton.
3) Telepon
Prinsip kerja telepon yaitu mikropon telepon menangkap gelombang dan mengubahnya menjadi fluktuasi arus listrik.
Arus dikirim lewat nomor telepon yang kita tekan, energi listrik diubah kembali menjadi gelombang suara sehingga orang dapat mendengar suara kita.
4) Pager
Proyek pembuatan gedung besar, yang mempekerjakan banyak orang dengan suasana yang bising, banyak menggunakan alat komunikasi pager.
Alat komunikasi ini sebenarnya hanya untuk memanggil saja atau memberikan instruksi satu arah saja atau tidak interaktif. Infromasi yang akan disampaikan direkam oleh operator dan ditransformasikan dalam bentuk tulisan kemudian disam-paikan ke mesin pager.
5) Faksimile (Fax)
Faksimile adalah suatu alat untuk mengirim dan menerima informasi dalam bentuk cetak secara cepat, saat itu juga sampai di tujuan, faksimile-nya dalam keadaan aktif.
Prinsip kerja dari faksimile yaitu informasi berupa tulisan diubah menjadi pulsa listrik, kemudian dikirim melalui jaringan telepon ke sentral dan dilanjutkan ke telepon yang dituju dan diteruskan kembali ke faksimile yang dituju.
6) E-mail
Melalui internet kita bisa melakukan komunikasi dengan e-mail (elektronic mail) yang dapat mengirim dan menerima informasi baik tulisan maupun gambar dengan cepat.
Dibandingkan dengan alat komunikasi yang lain, menggunakan e-mail adalah yang paling mudah dan murah. Untuk memiliki fa-silitas e-mail, kita harus melengkapi bagian-bagian dari alat internet antara lain: komputer, modem, program internet, telepon, dan sentral internet.
7) Handphone
Handphone sering disebut sebagai telepon genggam karena membawanya dengan digenggam oleh tangan.
Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan telepon biasa, bedanya bisa dibawa kemana-mana (bersifat mobile) karena tidak menggunakan kabel penghubung tetapi menggunakan gelombang elektromagnetik yang dihubungkan ke sentral kemudian ke penerima. Kelemahannya adalah untuk daerah yang jauh dari sentral maka alat tersebut tidak dapat bekerja dengan baik karena tergantung kuat lemahnya sinyal.
Berbagai inovasi terus dikembangkan dalam dunia handphone, perkembangan inovasi tersebut akhirnya memungkinkan handphone tak lagi hanya berfungsi untuk komunikasi suara, tetapi juga bisa berfungsi untuk berbagai keperluan antara lain: SMS (Short Message Service)/ MMS (Multimedia Message Service) dan Video Streaming.
SMS ataupun MMS mempunyai prinsip kerja yang sama namun berbeda pada jenis data yang dibawa. SMS untuk pesan yang bersifat teks sedangkan MMS dapat berisi suara, gambar, movie (multimedia). Saat menerima pesan SMS/MMS dari handphone (mobile originated) pesan tersebut tidak langsung dikirimkan ke handphone tujuan (mobile ter-minated), akan tetapi dikirim terlebih dahulu ke SMS Center (SMSC) yang biasanya berada di kantor operator telepon, baru kemudian pesan tersebut diteruskan ke handphone tujuan. Kita dapat mengetahui status dari pesan SMS yang telah dikirim, apakah telah sampai atau gagal. Apabila handphone tujuan dalam keadaan aktif dan dapat menerima pesan SMS yang dikirim, ia akan mengirimkan kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa pesan telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut kepada si pengirim.

f. Jenis-Jenis Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah proses untuk menyampaikan informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain yang menggunakan teknik-teknik lain seperti simbol-simbol, kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. Secara garis besarnya komunikasi dapat kita bedakan menjadi 3 jenis yaitu :
• komunikasi lisan (suara);
• komunikasi tulisan (simbol); dan
• komunikasi isyarat (tanda).

1) Komunikasi Lisan
 Komunikasi dapat terjadi baik secara langsung maupun tak langsung yang dibatasi oleh jarak dan waktu. Jarak dan waktu sangat mempengaruhi efisiensi dan efektifitas komunikasi. Komunikasi lisan bertujuan agar informasi yang disampaikan oleh si penyampai informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh si penerima berita. Teknologi Komunikasi Lisan adalah berkomunikasi dengan menggunakan alat yang menghasilkan suara berbahasa lisan di antaranya telepon.
Komunikasi lisan langsung artinya komunikasi terjadi antara pemberi informasi langsung ke penerima informasi tanpa melalui perantara baik orang atau alat. Komunikasi langsung mem-punyai kelebihan dan kekurangan.
a) Keuntungannya
• Umpan balik dapat diterima secara langsung.
• Pendengar dapat mena-nyakan bila belum jelas.
• Pesan dapat diekspresikan
b) Kerugiannya
• Waktu banyak.
• Seringkali tidak membawa hasil
• Tidak seragam

2) Komuniasi Tulis
 Komunikasi tulis di-sampaikan secara tak langsung, contoh yang paling kita kenal adalah surat kabar atau koran, majalah, artikel, dan lain-lain. Teknologi komunikasi tulis adalah berkomunikasi yang menggunakan tulisan, huruf, atau gambar.
Melalui tulisan, Anda dapat mengkomuikasikan ide, gagasan, pesan dan informasi lainnya, contohnya surat menyurat.
a) Keuntungan
• Dapat disimpan, direkam.
• Dapat dipersiapkan de-ngan cermat.
• Seragam.
• Jangkauan luas.
• Biaya relatif murah.

b) Kerugiannya
• Berita tertulis mengha-biskan banyak kertas.
• Berita yang diekspresikan kurang baik, jika pengirim berita bukan penulis efektif.
• Umpan balik tidak diterima langsung.

3) Komunikasi isyarat
 Komunikasi isyarat adalah komunikasi dengan mengguna-kan kode-kode isyarat yang telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak baik yang memberi maupun yang menerima informasi. Salah satu kode yang umum digunakan adalah kode Morse.
 Komunikasi dapat di-lakukan melalui media lambang, simbol atau gambar. Model komunikasi ini dapat kita temukan di antaranya di pinggir jalan atau tempat-tempat tertentu yang kita kenal dengan istilah rambu-rambu. Berikut ini contoh simbol/rambu.
 Pesan juga dapat dikomunikasikan melalui kode-kode diantaranya Kode Garis (Bar-Code). Bar-code biasanya digunakan untuk memberi kode label barang. Apabila anda pergi ke suparmarket, akan Anda temukan barang-barang yang di jual memakai kode baris. Kode tersebut digunakan untuk memu-dahkan dalam inventarisasi atau pencacatan sehingga dengan sistem informasi yang ada, dapat diketahui jumlah barang yang terjual, uang yang terkumpul, keadaan barang, dan lain-lain.
Berikut ini contoh kode yang dibuat untuk menunjukkan nama barang dan pabriknya.
5 = Kode mulai
701221 = Kode nama pabrik
244505 = Kode nama barang

Untuk lebih lengkap, komunikasi isyarat akan dibahas pada kegiatan pembelajaran khusus. Tujuan dari komunikasi isyarat adalah agar informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh si penerima berita, masing-masing komunikasi ini mempunyai kelemahan dan kekurangan.
a) Keuntungan
• Terjamin kerahasiaan.
• Biaya relatif murah.
b) Kerugiannya
• Terbatas pada kalangan tertentu.
• Kemungkinan salah in-terpretasi besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kamis, 17 Mei 2012

TEKNOLOGI KOMUNIKASI



 ALAT-ALAT KOMUNIKASI
a. Teknologi Komunikasi Tradisional dan Modern
 Manusia adalah makhluk individu dan sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan komunikasi antarsesama agar dapat berinteraksi dengan baik. Dengan demikian, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi dan berkomu-nikasi, mulai dari melalui gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan penggunaan telepon dan internet.
 Perkembangan teknologi komunikasi mengikuti sejarah yang tidak sederhana. Berdasarkan perkembangan tersebut, kita mengenal teknologi komunikasi tradisional dan modern. Teknologi komunikasi tradisional bercirikan langsung dan menggunakan simbol-simbol yang disepakati secara lokal. Teknologi komunikasi modern bercirikan tidak langsung dan memiliki jangkauan luas bahkan global. Dari bentuknya, teknologi komunikasi tradisional cenderung memiliki ukuran besar sedangkan teknologi komunikasi modern berukuran lebih sederhana.
 Perangkat komunikasi tradisional sampai sekarang tetap digunakan termasuk di negara maju sekali pun. Sebagai contoh, tempat ibadah masih menggunakan perangkat komunikasi tradisional seperti kentongan, bedug, lon-ceng dan lain-lain. Alasan penggunaan alat tersebut yaitu karena dapat dilakukan oleh siapa saja, harganya murah, dan pembuatannya mudah. Teknologi modern selalu bergantung kepada energi listrik (BBM, surya, angin dan lain lain). Hal ini akan menjadi masalah, apalagi di wilayah terpencil (di desa-desa lereng gunung berapi, pulau-pulau kecil). Mereka masih mempertahankan sistem budaya komunikasi tradisional dalam menghadapi bencana atau fungsi komunikasi lain. Orang-orang kota bukannya tidak mengetahui, tetapi tidak mau atau gengsi (tidak modern). Seiring dengan perkembangan kota tersebut, perangkat tradisional sering hanya disimpan di museum sebagai tontonan. Bahkan seperti yang terjadi di beberapa daerah, sejenis kentongan sekarang sudah dilombakan atau difestivalkan sebagai kreativitas seni pertunjukan dengan aneka modifikasi, akhirnya tidak jarang menghilangkan fungsi yang sebenarnya.
 Di beberapa kota, orang-orang masih banyak yang mencoba mempertahankan fungsi kentongan. Kelurahan atau pos-pos ronda, juga masih terdapat kentongan dan kode-kode memukulnya serta penjelasan fungsinya. Bergeser fungsi-fungsi alat tersebut sekarang juga sangat beragam, contohnya di istana negara sampai sekarang ada "gong" yang fungsinya hanya untuk seremonial saja yaitu ketika presiden membuka suatu pertemuan penting atau dalam acara-acara peresmian.
Teknologi komunikasi tradisional, dapat diidentifikasikan dari bentuk, bahan, lama pemakaian (umur), cara membuatnya, alat untuk membuatnya, dan berapa orang untuk membuatnya, serta cara menggunakannya: ada yang ditabuh, dipukul, dipukulkan ke yang lain, digoyang-goyang (angklung, lonceng), ditiup (seruling, peluit), kode dan fungsinya, jangkauan suaranya, efektivitas penempatannya, organisasinya dan banyak sekali yang bisa digali. Permasalahan di atas sangat perlu dicermati dan digali manfaat kearifannya untuk membantu sistem peringatan dini baik lokal maupun regional.
 Perangkat teknologi modern telah banyak digunakan masyarakat terutama di kota-kota besar seperti: telepon, radio, televisi, internet. Kalian harus mampu mengadaptasi per-kembangan teknologi tersebut.
b. Sistem Komunikasi
Kita dapat melakukan komunikasi secara langsung atau tidak langsung. Pembicaraan tatap muka adalah contoh komunikasi secara langsung. Pembicaraan dapat juga dilakukan secara tidak langsung biasanya karena alasan jarak yang jauh, maka kita memerlukan media atau alat seperti telepon dan dikatakan kita melakukan komunikasi tidak langsung. Komunikasi tidak langsung, melewati beberapa proses yang panjang, sehingga kita mengenal pengertian sistem komunikasi. Berdasarkan pemahaman tersebut, sistem komunikasi merupakan suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan atau diantara dua orang atau lebih untuk menyampaikan tujuan tertentu.
Komunikasi berasal dari bahasa latin: comunicare yang berarti membawa bersama atau menggunakan bersama. Menurut Simons (1976), komunikasi selalu dikaitkan dengan adanya satu pesan atau informasi yang dikirim oleh sumber tertentu melalui media tertentu kepada penerima, atau biasa disebut komunikasi dalam konteks dan situasi tertentu untuk mencapai tujuan. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang memindahkan pemicu untuk mengubah tingkah laku orang lain.

Dari kedua pemahaman tersebut di atas dapat didefinisikan 5 komponen dalam komunikasi yang saling mempengaruhi, yaitu:
a. komunikasi yaitu menyampaikan pesan,
b. pesan yaitu informasi yang dikirim kepenerima,
c. saluran yaitu media atau komunike,
d. komunikan yaitu pengirim dan penerima,
e. dampak yaitu tujuan, perubahan atau akibat.

Lima komponen di atas, dapat kita sederhanakan lagi menjadi : pengirim pesan, isi pesan, dan penerima. Proses komunikasi pada dasarnya akan berlangsung dimulai dari pengirim gagasan, diterjemahkan menjadi lambang yang mengandung arti, dan dikirim melalui suatu media kepada penerima, setelah itu penerima memberi umpan balik.

c. Cara Berkomunikasi
Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan cara berkomunikasi.
1) Mendengarkan
Ketika berkomunikasi lewat media suara, kita harus mendengarkan apa yang dikomunikasikan. Semua orang dapat mendengar tetapi belum tentu semua orang pandai mendengar. Hal terpenting dalam komunikasi adalah: apa yang didengar dan bukan apa yang dikatakan.
2) Pernyataan
Komunikasi hakikatnya adalah menyatakan atau membuat pernyataan tentang suatu gagasan secara jelas. Yang dinyatakan adalah apa yang dapat dilihat, diamati, dirasakan dan bukan merupakan suatu penilaian. Yang terpenting adalah pesan harus jelas, singkat dan mudah dipahami.
3) Keterbukaan
Agar komunikasi lancar, kita harus memberikan keterbukaan yang wajar dan normal. Sangat sulit melakukan komunikasi dengan orang yang menutup diri karena cenderung tidak dapat menerima masukan dari pihak lain yang bertentangan dengan dirinya. Setiap orang boleh mempunyai sistem nilai, keyakinan, sikap maupun pandangan tetapi bila melakukan komunikasi harus bisa menerima pandangan orang lain.
4) Kepekaan
Dalam berkomunikasi kita harus memiliki kepekaan dan tidak asal mengungkapkan apa yang ada di dalam hati, tanpa melihat kondisi orang lain. Kepekaan adalah kemahiran membaca bahasa tubuh yang tidak diucapkan dengan kata-kata sehingga situasi yang dihadapi dapat disesuaikan.
5) Umpan balik
Komunikasi baru terjadi apabila ada timbal balik yaitu respon terhadap pesan yang dikirim. Respon yang terjadi akan menunjang keberhasilan komunikasi, dapat menghapus salah tafsir, serta ketidakjelasan informasi. Akan tetapi dalam hal ini juga dimungkinkan terdapat ketertutupan seseorang, keang-kuhan atau lainnya.

d. Hambatan atau Kendala dalam Komunikasi
Kita Sering merasa ter-ganggu atau memperoleh kendala dalam berkomunikasi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh hal-hal di bawah ini.
1) Kepentingan
Setiap orang tentu memikirkan kepentingannya. Jika tidak tertarik, ia akan merasa malas atau bosan sehingga hanya akan terjadi komunikasi satu arah. Oleh karena itu, komunikasikanlah sesuatu untuk kepentingan semua komunikan. Jangan mengomunikasikan hal-hal yang tidak perlu agar komunikasi menjadi efektif dan tidak sia-sia dan janganlah mengomunikasikan sesuatu hanya untuk kepentingan salah satu komunikan.
2) Emosi
Dalam berkomunikasi kita harus mampu mengatur emosi. Jika emosi tidak dapat terkendali, komunikasi dapat meleset jauh tanpa disengaja. Janganlah mengomunikasikan hal-hal yang yang dapat menyulut emosi.
3) Permusuhan
Sikap permusuhan biasanya sulit ditekan. Semua pihak biasanya mengatur siasat untuk membela diri dan mencari kesempatan untuk menyerang kembali, bahkan ada yang membutakan diri terhadap kabaikan.
4) Kharisma
Kharisma adalah karunia yang dimiliki seseorang sehingga dia menyampaikan informasi dengan menarik, walaupun yang menerima tidak mengerti.
5) Pengalaman masa lampau
Hal ini dipengaruhi oleh suatu prasangka karena kejadian masa lampau- misalnya dulu dia pernah berbohong- dia mengatakan yang sebenarnya tetapi orang sulit untuk menerimanya.
6) Lingkungan
Lingkungan sangat kuat pengaruhnya, misalnya ruangan yang sangat panas dan pengap akan merintangi daya persepsi, mengurangi kesabaran orang, dan lain-lain.

e. Prinsip Kerja Komunikasi
Mekanisme komunikasi merupakan proses yang terjadi mulai dari pengiriman pesan sampai umpan balik. Demikian juga, ketika kita menggunakan alat bantu komunikasi atau peralatan.
Masukan
Berupa suara dari para pembicara yang masuk ke pesawat telepon. Input dari pengirim akan menjadi output bagi penerima, dan sebaliknya.

Proses
Input suara yang masuk ke pesawat telepon berupa getaran suara diubah menjadi gelombang radio atau gelombang elektro-magnet kemudian diubah kembali menjadi suara sesuai dengan suara yang dikeluarkan dari si pembicara.
Keluaran
Berupa suara yang dikeluarkan oleh pesawat telepon.

Berikut ini adalah beberapa peralatan komunikasi yang sudah dikenal bahkan kalian miliki.
1) Personal Stereo
Alat ini hampir sama dengan tape recorder, bedanya ukuran personal stereo lebih kecil tetapi cara kerjanya sama. Partikel logam yang ada pada pita sebelumnya tidak mengandung magnet atau sifat magnetnya tersebar secara acak. Prinsip kerja personal stereo yaitu pita yang sudah merekam suara, partikel logam yang ada sudah termagnetisasi dan dapat diterjemahkan menjadi getaran listrik. Partikel yang termagnetisasi ini dideteksi oleh kumparan kawat tipis di replay head, dan (dengan tenaga baterai) akan menghasilkan perubahan arus listrik. Earphone kemudian mengubah arus ini menjadi gelombang bunyi melalui diafragma mekanis sehingga kita dapat mendengar misalnya musik kesukaan kita kapan saja. Bagian-bagian dari personal stereo yang membuat kaset dapat bekerja adalah:
penggulung pita, motor, penggerak pita, dan replay head. Silahkan Anda amati dan pelajari mekanisme yang terjadi pada saat alat ini beroperasi.
2) Televisi
Televisi (TV) adalah alat yang biasa kita kenal sehari-hari. Pada TV gambar yang dihasilkan pada layar sebenarnya adalah serangkaian gambar diam yang ditampilkan berurutan dalam kecepatan tinggi.
Untuk menghasilkan satu gambar, elektron ditembakkan di belakang layar televisi yang berbentuk tabung elektron. Bagian-bagian yang ada pada televisi antara lain: penembak layar, antena, pengatur waktu, pengatur warna, pengatur gambar, pengatur suara dan pemilih saluran atau biasa disebut control. Bagaimana meng-operasikan TV? Silakan kalian diskusikan dan amati semua tombol yang ada, pahami fungsi setiap tombol, kemudian coba sampai TV aman, dan nyaman untuk ditonton.
3) Telepon
Prinsip kerja telepon yaitu mikropon telepon menangkap gelombang dan mengubahnya menjadi fluktuasi arus listrik.
Arus dikirim lewat nomor telepon yang kita tekan, energi listrik diubah kembali menjadi gelombang suara sehingga orang dapat mendengar suara kita.
4) Pager
Proyek pembuatan gedung besar, yang mempekerjakan banyak orang dengan suasana yang bising, banyak menggunakan alat komunikasi pager.
Alat komunikasi ini sebenarnya hanya untuk memanggil saja atau memberikan instruksi satu arah saja atau tidak interaktif. Infromasi yang akan disampaikan direkam oleh operator dan ditransformasikan dalam bentuk tulisan kemudian disam-paikan ke mesin pager.
5) Faksimile (Fax)
Faksimile adalah suatu alat untuk mengirim dan menerima informasi dalam bentuk cetak secara cepat, saat itu juga sampai di tujuan, faksimile-nya dalam keadaan aktif.
Prinsip kerja dari faksimile yaitu informasi berupa tulisan diubah menjadi pulsa listrik, kemudian dikirim melalui jaringan telepon ke sentral dan dilanjutkan ke telepon yang dituju dan diteruskan kembali ke faksimile yang dituju.
6) E-mail
Melalui internet kita bisa melakukan komunikasi dengan e-mail (elektronic mail) yang dapat mengirim dan menerima informasi baik tulisan maupun gambar dengan cepat.
Dibandingkan dengan alat komunikasi yang lain, menggunakan e-mail adalah yang paling mudah dan murah. Untuk memiliki fa-silitas e-mail, kita harus melengkapi bagian-bagian dari alat internet antara lain: komputer, modem, program internet, telepon, dan sentral internet.
7) Handphone
Handphone sering disebut sebagai telepon genggam karena membawanya dengan digenggam oleh tangan.
Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan telepon biasa, bedanya bisa dibawa kemana-mana (bersifat mobile) karena tidak menggunakan kabel penghubung tetapi menggunakan gelombang elektromagnetik yang dihubungkan ke sentral kemudian ke penerima. Kelemahannya adalah untuk daerah yang jauh dari sentral maka alat tersebut tidak dapat bekerja dengan baik karena tergantung kuat lemahnya sinyal.
Berbagai inovasi terus dikembangkan dalam dunia handphone, perkembangan inovasi tersebut akhirnya memungkinkan handphone tak lagi hanya berfungsi untuk komunikasi suara, tetapi juga bisa berfungsi untuk berbagai keperluan antara lain: SMS (Short Message Service)/ MMS (Multimedia Message Service) dan Video Streaming.
SMS ataupun MMS mempunyai prinsip kerja yang sama namun berbeda pada jenis data yang dibawa. SMS untuk pesan yang bersifat teks sedangkan MMS dapat berisi suara, gambar, movie (multimedia). Saat menerima pesan SMS/MMS dari handphone (mobile originated) pesan tersebut tidak langsung dikirimkan ke handphone tujuan (mobile ter-minated), akan tetapi dikirim terlebih dahulu ke SMS Center (SMSC) yang biasanya berada di kantor operator telepon, baru kemudian pesan tersebut diteruskan ke handphone tujuan. Kita dapat mengetahui status dari pesan SMS yang telah dikirim, apakah telah sampai atau gagal. Apabila handphone tujuan dalam keadaan aktif dan dapat menerima pesan SMS yang dikirim, ia akan mengirimkan kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa pesan telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut kepada si pengirim.

f. Jenis-Jenis Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah proses untuk menyampaikan informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain yang menggunakan teknik-teknik lain seperti simbol-simbol, kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. Secara garis besarnya komunikasi dapat kita bedakan menjadi 3 jenis yaitu :
• komunikasi lisan (suara);
• komunikasi tulisan (simbol); dan
• komunikasi isyarat (tanda).

1) Komunikasi Lisan
 Komunikasi dapat terjadi baik secara langsung maupun tak langsung yang dibatasi oleh jarak dan waktu. Jarak dan waktu sangat mempengaruhi efisiensi dan efektifitas komunikasi. Komunikasi lisan bertujuan agar informasi yang disampaikan oleh si penyampai informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh si penerima berita. Teknologi Komunikasi Lisan adalah berkomunikasi dengan menggunakan alat yang menghasilkan suara berbahasa lisan di antaranya telepon.
Komunikasi lisan langsung artinya komunikasi terjadi antara pemberi informasi langsung ke penerima informasi tanpa melalui perantara baik orang atau alat. Komunikasi langsung mem-punyai kelebihan dan kekurangan.
a) Keuntungannya
• Umpan balik dapat diterima secara langsung.
• Pendengar dapat mena-nyakan bila belum jelas.
• Pesan dapat diekspresikan
b) Kerugiannya
• Waktu banyak.
• Seringkali tidak membawa hasil
• Tidak seragam

2) Komuniasi Tulis
 Komunikasi tulis di-sampaikan secara tak langsung, contoh yang paling kita kenal adalah surat kabar atau koran, majalah, artikel, dan lain-lain. Teknologi komunikasi tulis adalah berkomunikasi yang menggunakan tulisan, huruf, atau gambar.
Melalui tulisan, Anda dapat mengkomuikasikan ide, gagasan, pesan dan informasi lainnya, contohnya surat menyurat.
a) Keuntungan
• Dapat disimpan, direkam.
• Dapat dipersiapkan de-ngan cermat.
• Seragam.
• Jangkauan luas.
• Biaya relatif murah.

b) Kerugiannya
• Berita tertulis mengha-biskan banyak kertas.
• Berita yang diekspresikan kurang baik, jika pengirim berita bukan penulis efektif.
• Umpan balik tidak diterima langsung.

3) Komunikasi isyarat
 Komunikasi isyarat adalah komunikasi dengan mengguna-kan kode-kode isyarat yang telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak baik yang memberi maupun yang menerima informasi. Salah satu kode yang umum digunakan adalah kode Morse.
 Komunikasi dapat di-lakukan melalui media lambang, simbol atau gambar. Model komunikasi ini dapat kita temukan di antaranya di pinggir jalan atau tempat-tempat tertentu yang kita kenal dengan istilah rambu-rambu. Berikut ini contoh simbol/rambu.
 Pesan juga dapat dikomunikasikan melalui kode-kode diantaranya Kode Garis (Bar-Code). Bar-code biasanya digunakan untuk memberi kode label barang. Apabila anda pergi ke suparmarket, akan Anda temukan barang-barang yang di jual memakai kode baris. Kode tersebut digunakan untuk memu-dahkan dalam inventarisasi atau pencacatan sehingga dengan sistem informasi yang ada, dapat diketahui jumlah barang yang terjual, uang yang terkumpul, keadaan barang, dan lain-lain.
Berikut ini contoh kode yang dibuat untuk menunjukkan nama barang dan pabriknya.
5 = Kode mulai
701221 = Kode nama pabrik
244505 = Kode nama barang

Untuk lebih lengkap, komunikasi isyarat akan dibahas pada kegiatan pembelajaran khusus. Tujuan dari komunikasi isyarat adalah agar informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh si penerima berita, masing-masing komunikasi ini mempunyai kelemahan dan kekurangan.
a) Keuntungan
• Terjamin kerahasiaan.
• Biaya relatif murah.
b) Kerugiannya
• Terbatas pada kalangan tertentu.
• Kemungkinan salah in-terpretasi besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar